M. Yunus Tokoh Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Kecil

Muhammad Yunus,  Tokoh pengentasan kemiskinan Bangladesh

Dia adalah pendiri Bank Grameen (secara harfiah artinya: bank nya orang ndeso), mendapat gelar doktor ekonomi dari Vanderbilt University di AS. Terinspirasi selama masa Bangladesh kelaparan masal pada tahun 1974, beliau memberikan sebuah pinjaman kecil senilai 27 dolar (sekitar Rp.250.000) kepada 42 keluarga agar mereka bisa membuat produk kecil-kecilan untuk dijual tanpa harus menanggung beban hutang dari lintah darat (bank predator). Yunus yakin bahwa memberikan pinjaman seperti itu kepada seluas mungkin kalangan miskin akan  memberikan dampak positif bagi penanggulangan kemiskinan di negaranya.

Sistem Operasi Bank Grameen

Bank Grameen dikenal sebagai bank dengan sistem “Pinjaman Solidaritas”. Bank ini juga mendasarkan dirinya pada tata nilai hukum yang hidup di masyarakat Bangladesh yang disebut “16 Keputusan”. Sebagai akibat dari aturan “16 Keputusan” tersebut , Peminjam di Grameen di dorong untuk melaksanakan  kebiasaan-kebiasaan sosial positif yang ada di Bangladesh. Sebagai contoh kebiasaan itu adalah mendidik anak-anak mereka di sekolah umum. Sejak Bank Grameen menggunakan prinsip “16 Keputusan” tersebut , hampir semua peminjam di Grameen menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah umum. Pada gilirannya hal ini mengakibatkan suatu perubahan sosial, dan mendidik generasi selanjutnya.

“Pinjaman Solidaritas” adalah batu pijakan yang sangat penting dalam sistem pembiayaan kredit mikro, sistem ini sekarang di pakai 43 negara. Sistemnya adalah, setiap peminjam diharuskan untuk menjadi anggota dari sebuah grup yang terdiri dari 5 orang, grup ini tidak diharuskan untuk menjamin pinjaman dari anggota, anggotalah yang bertanggungjawab penuh atas pembayaran cicilannya. Grup ini berperan sebagai pengawas/pembina bahwa para anggota bertindak secara bertanggungjawab dan mengawasi jangan sampai ada anggota yang kesulitan membayar cicilan. Disini tidak berlaku yang namanya “cicilan tanggungan bersama” , misalnya anggota yang satu menanggung anggota lain yang tidak mampu (artinya semua anggota diharap untuk sama-sama berjuang keluar dari jerat hutang dan bukan mengandalkan uluran tangan). Dalam pelaksanaannya, sistem ini kadang ada yang menanggung cicilan anggota yang bermasalah, oleh pihak Grameen kemudian diberi kebijakan bahwa grup tersebut tidak diberikan fasilitas meminjan untuk sementara sampai si anggota yang bermasalah menyelesaikannya.

There is no legal instrument (no written contract) between Grameen Bank and its borrowers, the system works based on trust.[18] To supplement the lending, Grameen Bank also requires the borrowing members to save very small amounts regularly in a number of funds like emergency fund, group fund etc. These savings help serve as an insurance against contingencies.[12]

Dalam sistem ini juga tidak ada “instrumen legal” (tidak ada kontrak tertulis) antara Grameen dengan peminjam. Sistem ini bekerja atas dasar “Kepercayaan”. Sebagai syarat dari pinjaman, Grameen meminta peminjam untuk menyimpan/menabung uang dalam jumlah yang sangat kecil (mikro) secara reguler di dalam sejumlah pendanaan (funds) misalanya  Dana Emergency, Dana Grup, dll. Tabungan ini akan menolong sebagai asuransi bilamana terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki.

Untuk kasus di Bangladesh, kebanyakan peminjam (97%) difokuskan untuk kaum perempuan yang mana di negara ini (sama juga dengan negara kita) peminjam ke bank komersil kebanyakan adalah laki-laki. Yang lebih hebat adalah tingkat pengembalian kredit sangat tinggi (kredit macet kecil) yaitu 98%. Dan anda tahu berapa jumlah  orang yang meminjam di Bank Grameen?

sedikit kurang dari 50 juta orang miskin.

Diterjemahkan dari Wikipedia oleh bangdullah@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s