Resensi Buku Outliers Malcolm Gladwell:Rahasia Sukses

Kita selalu merasa terobsesi untuk menjadi sukses dalam kehidupan ini, kita pingin kaya, pengin sehat, umur panjang, hidup nyaman, keluarga tentram, pergaulan jalan dll. Barangkali kita perlu melihat penemuan Malcolm Gladwell dalam bukunya : Outliers (orang-orang yang sangat luar biasa). Menurutnya fondasi sukses bukan seperti ini:

Yang di atas itu sudah “kuno”, lebih bagus lihat yang dibawah ini:

Jadi fondasi kesuksesan itu :

1. Berlatih (praktek) minimal 10.000 jam

Kenapa ? coba kita lihat contoh sukses dari Bill Gates dimana dia bisa menjadi seorang programer hebat karena dia berlatih (dengan suka hati tentunya) programing selama 20-30 jam setiap minggu di lab selama lebih dari tujuh tahun lamanya.

The Beatles sebelum menjadi band yang sukses telah tampil di klub di Hamburg selama 8 jam setiap tampil setiap hari selama dua tahun. Sehingga permainan mereka menjadi begitu baik dan terasah jiwa entertainmen nya. bayangkan anda harus tampil selama 8 jam menghibur dengan lagu yang berbeda? Bagaimana anda mengatur acara agar tidak membosankan? Dan The Beatles bisa melakukannya. Begitu juga dengan Mozart yang berlatih terus sehingga terbiasa dan menjadi ahli.

2. Kesempatan yang sangat menguntungkan.

Orang-orang yang disebut di atas memiliki kesempatan yang tidak dimiliki orang orang lainnya. Bill Gates adalah anak orang kaya yang bersekolah di tempat yang bagus. Dan komputer? adalah barang langka dan sangat mahal pada tahun 1960 an. Bill Gates mendapat kesempatan langka itu.

The Beatles? mereka dapat kesempatan dari pemilik klub di Hamburg untuk tampil selama 8 jam tiap hari.

Dan kesempatan inilah yang seringkali memisahkan antara si miskin dan si kaya. si miskin berkesempatan mendapat pendidikan yang baik dengan jenjang yang jauh lebih tinggi. Si Miskin tidak mendapat kesempatan itu. Inilah yang terjadi pada Chris Langan,seorang anak yang ber IQ jenius : 195 bandingkan dengan Einstein yang 150 (rata-rata orang biasa 85-115). Sayang dia tidak lahir dari keluarga yang kaya. Dia lahir dari keluarga yang miskin sekali, waktu kecil baju mereka cuma satu stel. Adik Chris ada tiga dan semuanya berlainan bapak. Bapak mereka yang terakhir sangat kasar dan suka menghukum anaknya dengan cambuk. Di akhir cerita pilunya, sang bapak dikalahkan oleh sang anak dalam “duel” karena Chris merasa harus menghentikan penyiksaan dari ayah yang kasar , dan akhirnya si bapak pergi untuk tak kembali.

Benar kemampuan Chris Langan sama dengan orang-orang sukses di “dunia manusia”, tapi dia hanya bisa mengarang sebuah karangan yang tidak diterima oleh penerbit. Dia tidak memiliki kesempatan pendidikan tinggi untuk mendapat PHd. Kredibilitasnya nol. Cerita tentang Einstein tentu tidak semiris itu. Dan kesempatannya juga jauh lebih baik. Ingatlah IQ Einstein 150 dan Langan 195! Kesempatan yang membedakan.

3. Warisan Budaya

Gladwell menjelaskan fenomena budaya berpengaruh pada kesuksesan. Orang asia atau tepatnya Cina Selatan mempunyai budaya bercocok tanam padi. Hubungannya? Bertanam padi adalah pekerjaan paling berat pada jamannya, bertanam padi berarti bangun sebelum subuh dan berterik-terik di bawah sinar matahari dan juga berarti melakukan kerja sekitar 3000 jam setiap tahun, bandingkan dengan budaya petani Eropa pada jaman itu yang hanya bekerja selama 1200 jam setahunnya. Dan menanam padi adalah pekerjaan yang menuntut perhatian penuh selama masa tanam, mulai dari kondisi tanah, ketinggian air, suhu air, memberantas gulma, memperhatikan jarak tanam, memilih varitas padi yang paling cocok di tanam pada musim trertentu dll, kalau tidak memperhatikan hal tersebut tentu hasil panen sedikit atau gagal dan itu berarti kelaparan di musim dingin atau bahkan mati. Orang Cina itu biasa berkata : ” Di musim dingin , orang malas akan mati kedinginan”.

Budaya kerja keras , ulet, dan efisien dalam memanfaatkan lahan, kerjasama dengan warga dalam bertani ini menjadi budaya yang diwariskan ke anak-anak mereka sehingga lebih berhasil dalam dunia pendidikan. Di sekolah-sekolah di Eropa, orang-orang Asia cenderung lebih lama di perpustakaan dari pada orang Eropa. Dan dalam pelajaran Matematika orang Asia lebih hebat dari orang Eropa, dikarenakan orang Asia bersedia belajar lebih keras.

Bersambung…………..

3 thoughts on “Resensi Buku Outliers Malcolm Gladwell:Rahasia Sukses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s