User Review, Honda GL Pro Neo Tech 1996

Untuk saya, Honda GL Pro Neo Tech ini sangatlah ideal. Cukup bertenaga, responsif, hemat bahan bakar. Motor ini sudah saya pakai selama 3 tahun. Selalu kecewa dengan performa motor bebek, karena di daerah saya di Bandung yang rawan banjir dimana-mana, motor bebek sering minum air dan pingsan, bahkan beberapa kali harus turun mesin karena air masuk ke ruang mesin.  Di samping itu motor “pejantan” memiliki konstruksi body yang jauh lebih strong,misalnya fork depan Gl Pro cukup empuk, dan tahan lama (selama 3 tahun saya pakai belum kelihatan ada tanda menurun performa fork depannya ). Walaupun demikian sering pengen juga punya fork depan Yamaha Byson yang SGM itu (Super Gede n Montok), pasti mantap buat melahap jalan di Bandung yang banyak lobang (wrrr…).

Apalagi?

Dari mesin , jika anda suka dengan motor jadul semacam CB 100/ 125, mesin dijamin dua kali lebih bandel, jarang sekali mogok bro. Yang penting kalau mau seminggu sekali atau maksimal sebulan sekali cek air aki, maka aki nggak akan tekor dan CDI bisa aman, awet. Bicara mesin, konsumsi bensin motor ini tidak boros tidak pula hemat, saya pakai perjalanan Bandung – Yogyakarta, rata-rata gak jauh dari 1 liter untuk 28 Km. Saya sudah melaksanakan rolling thunder Bandung-Yogya 4 kali bolak balik  tiap tahun (alias mudik) tanpa permasalahan. Mesin tetap stabil, tidak ada tanda over heat sedikit pun, berbeda dengan Kawasaki Merzy 200 cc tahun 1981 yang pernah saya punya, over heat tidak tertanggulangi. Apa akibat overheat ? piston bisa macet samasekali! dan perjalanan anda berhenti seketika (he hee ini pengalaman perjalanan Jakarta – Bandung tahun 1998 ,Kawasaki Merzy ku macet piston akibat over heat mesin di tanjakan Padalarang, capek deh. Not Fun isn’t it?

Dan yang tidak kalah penting, motor ini cocok untuk orang yang malas melakukan perawatan, yang anda lakukan adalah cuma cek bensin, cek air aki, cek oli, dan semuanya akan lancar-lancar saja.

Dari sisi ergonomis (enak ditunggangi),  nah ini terus terang agak mengecewakan, jika saya bandingkan dengan Honda CB 100 atau Binter Merzy, posisi duduk kurang nyaman! Di Honda CB  sangat enak untuk bermanuver, GL Pro tidak, karena bodinya yang lebih molor. Terus terang kalah dengan dua motor  itu (saya pernah menggunakan CB 100 dan Kawasaki Merzy selama masing-masing 2 tahun).

Tetapi, bodi yang panjang ini menguntungkan bagi yang membonceng, tiga orang dewasa cukup untuk menunggang motor ini, jika anda punya anak kecil (dibawah 8 tahun) tiga dan satu istri dengan ukuran normal, semua bisa terangkut !  Untuk alasan inilah , maka dengan bangga saya katakan, Honda GL Pro cocok untuk transportasi keluarga.

Bandel mesinnya, panjang bodinya, relatif irit bensinnya, tidak takut banjir, apalagi ya?

Thanks Soichiro Honda, untuk alasan-alasan tersebut saya tidak bisa merubah / memodifikasi motor GL Pro ke bentuk selain standar nya.

 

5 thoughts on “User Review, Honda GL Pro Neo Tech 1996

  1. DarthVader

    Pertama beli tahun 1995 sampai sekarang masih saya pelihara, tangguh, body simple, perawatan mudah, masih bisa bertarung dengan motor2 keluaran baru (lebih enak lagi bila dimodif pakai sparepart tiger).
    Untuk apa model baru bila mesinnya itu2 aja, memang kelihatan model agak klasik tapi waktu terus berputar model klasik tetap digemari, lihat trend didunia HOnda CB 1300 terbaru saja tetap mengambil model klasik, shock breaker belakang masih double shock. yg saya rasa masih kurang dikit pada system templarnya/rocker armnya pingin ngerubah jadi model roller kayak New Megapro, herannya padahal system roller ini bukan teknology baru (sudah dipakai pada motor honda diluar negeri sekitar tahun 80an), kenapa honda indonesia pelit dgn teknologinya? atau sengaja membodohi konsumen Indonesia?

  2. iman

    Ane punya gl pro series 93,ane beli thn 2006 udah 7 th ku pake sampe skr.mesin msh ori cuma seher aja pake tigi.Tak itung itung mtr ku dah 20 thn umur nya tp msh oke tak pake mudik indramayu – jakarta pp kurang lebih ada 30 x.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s