Narsis….haruskah? atau Haramkah? atau Boleh saja?

Di China, yang nota bene negeri para komunis, yang dibangkitkan oleh tokoh revolusioner mereka, Mao Ze Thong yang hidup bersamaan dengan era Presiden Pertama kita Sukarno, telah membuat perubahan besar era modernisasi di negeri itu. Menurut anda apakah Mao sebagai seorang komunis , yang menurut pandangan sebagian orang komunis bersifat lebih tertutup dari negeri liberal, apakah hal tersebut menjadikan orang-orangnya bersifat tertutup juga, dalam artian nggak narsis? Sepertinya ini tidak berlaku untuk orang seperti Mao,setelah dia menumbangkan rezim kerjaan dinasti China, dia dan orang-orangnya kemudian memasang sebuah foto besar di gerbang bekas istana raja China tersebut.

tiananmen mao ze dong

 

Lihatlah di gerbang istana tersebut…foto Mao ze dong nampang segede gerbang itu sendiri. Sekilas bisa disimpulkan bahwa pemimpin besar dunia itu mempunyai kecenderungan narsis. Sifat tersebut tidak cuma ada pada orang-orang biasa seperti saya, sayangnya, Mao tidak mempunyai senyum semanis penulis.

Cerita kedua, seorang Dirut Kereta Api, Jonan. Yang saya lihat , dia akan merasa sangat berbahagia bila fotonya terpampang di media nasional dalam kondisi tersenyum memegang piala penghargaan atas prestasinya memajukan pelayanan publik di Indonesia.jonan kereta api

Demikian juga dengan tokoh-tokoh besar lainnya, rata-rata semua mempunyai gen narsisnya sendiri, Presiden Sukarno, Suharto, Presiden Amerika apalagi, ….

Yang menjadi pertanyaan,…kenapa Alloh melarang Nabi Muhammad SAW di gambar? di lukis? dipatungkan apalagi? Sepertinya manusia mempunyai kecenderungan untuk menuhankan sesamanya…seperti halnya Nabi Isa A.S yang disejajarkan sebagai anak tuhan…rupanya untuk orang sekelas Nabi Muhammad SAW, narsis diharamkan….dikahawatirkan orang biasa menganggap beliau sekelas Tuhan, menyembah patungnya, dan minta berkah dari air cucian kuburannya….poor human…

Dan untuk orang sekelas pemimpin negara , narsis itu Wajib….karena kalau tidak , maka ditakutkan popularitasnya menurun, dan orang di kampung tidak kenal siapa beliau. Ada cerita , Elvis Presley suatu saat merasa bosan dengan kepopulerannya, suatu saat dia tidak memakai seragam kebanggan Rock n Rollnya, berdandan ala orang biasa , dan berkumpul di tempat orang biasa….ternyata tidak seorangpun mengenal dia…dia menjadi shock sepertinya….betapa tidak berartinya Elvis….tanpa asesoris dan nama besar yang biasa dikenal orang….Elvis tidak besar dengan sendirinya…tapi besar karena dihargai orang. Elvis butuh narsis….supaya orang tetap menghargainya, mengenalnya. Narsis menjadi hal wajib buat Elvis.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s