PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DI MADRASAH DENGAN SENI BERCERITA / STORY TELLING UNTUK GURU MADRASAH DAN PENGEMBANGAN MINAT BACA MELALUI PERPUSTAKAAN ANAK

Ide ini didapat dengan wawancara bersama seorang Dokter di Bandung, tentang pentingnya seni bercerita/ story telling untuk siapapun baik, orang tua, pendidik, pustakawan . Adalah penting bagi kita untuk bisa bercerita, mendongeng dengan impresif, bahkan disampaikan bahwa Pak Andi Yuda sebagai story teller yang piawai kalau bisa di mohon untuk bisa memberikan pencerahan kepada para guru. Kalau perlu direncanakan ada program pengajaran story telling tersebut di madrasah untuk para guru, dengan pemateri dari murid pa Andy Yuda, beliau pemilik TK Picu Pacu di daerah Antapani Bandung. Untuk program pengembangan di Madrasah, jangan hanya semata pengajaran melalui metode konvensional klasikal, di khawatirkan akan terjadi kebosanan, sehingga perlu diperkaya dengan metode story telling profesional.

salahuddin al ayyubi
Lalu apa hubungannya dengan perpustakaan?
Jika sudah ada story teller profesional di sebuah lembaga pendidikan, maka buku di harapkan bisa menjadi lebih dekat dengan anak-anak. Story teller akan memilih buku untuk diceritakan pada suatu hari. Kemudian berganti buku pada bulan berikutnya. Diharapkan animo anak didik menjadi lebih baik dan bersemangat, mempunyai inner fire. Sudah jamak di katakan bahwa cerita adalah jalan yang sangat ampuh untuk memasuki alam fikiran peserta didik. Melalui proses story telling yang baik, maka gelombang otak anak didik akan memasuki gelombang alpha, yaitu fase dimana materi pelajaran akan masuk dalam kondisi optimalnya, hal tersebut ditandai dengan anak didik merasa rileks, tertawa, enjoy dan konsen dengan materi dari guru. Nah, story telling mampu menghadirkan suasana tersebut kepada anak didik.
Dengan adanya buku-buku yang berkualitas untuk dijadikan bahan story telling, sebuah buku juga harus bisa bercerita dengan baik, sehingga memudahkan story teller menyampaikan bahannya. Dan kondisi sekarang sudah banyak buku-buku tersebut, dengan bahasa yang sudah “bercerita” dan setting, ilustrasi yang sangat mendukung imajinasi untuk berkembang.
Sebuah perpustakaan akan menjadi hidup di tangan seorang story teller yang handal, bahkan jika dikelola dengan baik, tidak menutup kemungkinan akan menjadi lembaga yang kredibel dari output peserta didiknya, dan sangat mendukung untuk pengembangan karakter, jika dikaitkan dengan peran lembaga pendidikan seperti sebuah madrasah.
Ternyata…Kehidupan sebuah buku, cerita, dan madrasah bahkan sebuah agama sangat bergantung pada peran seorang pencerita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s