Masjid Syuhada, My Life and Love

Masjid Syuhada

Kereta Lodaya tiba di Stasiun Yogyakarta jam 04.00 pagi, suasana menjelang subuh dengan udara agak hangat. Sayup kudengar suara Qiroah yang amat kukenal. Sebuah suara yang sudah tertanam dalam alam bawah sadarku sejak puluhan tahun silam, kini kembali hadir dan tiba-tiba membuka memori masa kecilku. Itu adalah suara pengajian dari masjid dekat rumahku. Masjid Syuhada . Saat itu aku merasa  sangat enjoy bila momen solat Jumat. Aku biasanya datang duluan sebelum Bapak…bapak selalu shalat tahiyatul Masjid sebelum masuk ke ruang utama dengan seragam kantor Departemen Transmigrasi-nya…sementara aku mengambil tempat di dekat taman bersama teman. Aku biasanya melihat buku-buku setelah selesai Sholat Jumat. Walaupun aku sering shalat di bagian luar masjid, tempat shalat Jumat favoritku adalah pojok dekat gua taman bermain anak anak di Masjid itu. Yah dikala Jumat, Masjid Syuhada selalu penuh hingga keluar area mesjid utama. Walaupun alasanku memilih tempat disitu sebenarnya tidak bisa dibilang berhubungan dengan faktor penuh atau tidaknya jamaah.

Kurasa, pasti ada chemistry antara aku dan Masjid itu. Buktinya ketika kudengar suara sayup Qoriah , langsung seluruh tubuhku merasakan getaran aura religius yang dulu pernah disiramkan oleh mesjid itu. Walaupun sebenarnya aku tidak begitu yakin apakah itu suara dari masjid Syuhada atau bukan, karena kalau iya berarti Amazing! Karena selama puluhan tahun kualitas suaranya bisa sama persis, kok amplinya tidak rusak-rusak ya. Dan seharusnya kalau bisa suara pengajiannya ini jangan di rubah…apalagi  dimatikan…karena suara itulah membangunkan syaraf religiusku…hehehe sebuah permintaan yang egois…tapi mungkin dirasakan jamaah lain juga. Menurut sejarah yang aku dengar , mesjid ini adalah mesjid yang dibangun untuk para Syuhada yang berperang melawan Belanda pada tahun 1945 an. Sebuah mesjid yang sangaaat bersejarah.

Atau mungkin juga itu suara Qoriah yg sama dengan di Masjid Syuhada, tetapi dipakai di masjid dekatnya… (siapa ya Qoriahnya??? Kedengarannya qori lokal…)

 masjid-syuhada2

Tapi anyway, aku sangat bersyukur dengan keberadaan mesjid ini, tempat aku mempelajari agama Islam di forum Jumat, Minggu pagi dan Ramadhan…, sebuah mesjid yang ideal, nyaman, religius. Apalagi kalau momen Ramadhan, setiap habis sahur, dengan mata masih ngantuk akuberjalan dengan beberapa teman untuk shalat subuh berjamaah. Dan pada waktu aku kecil…aku selalu menyempatkan datang bila yang memberi khutbah Taraweh bapak KH. Amien Rais, yang pada saat itu masih aktif di kampus UGM universitas kebanggaanku, dan juga beberapa nama besar lain aku lupa. Padahal jaraknya cukup jauh sekitar 2 kilometer dari rumah kami melewati dua buah gereja besar di Yogyakarta …sebuah kota yang peaceful banget. Walaupun… kalau pas ada maling sandal tertangkap, yah bakalan bonyok mukanya dihajar jamaah…bahkan sering ada yang mencoba apakah uppercut dan jabs nya masih mumpuni di luncurkan ke muka sang maling sial tersebut. Tapi kelihatannya sekeras apapun jamaah menghajar, sepertinya si maling punya ajian tersendiri…walaupun mukanya bengkak, dan merah berdarah..sepertinya dia sudah siap dan kelihatan masih kuat..walaupun untuk mengesankan rasa kasihan pada jamaah jalannya dibuat agak sempoyongan ketika digiring sama polisi….what a poor thief…oya kejadian permalingan ini mungkin ada setiap 2 kali setahun menurut pendapatku yang masih kecil saat itu.

In the end…Masjid Syuhada is a part of my life…and love.

masjid-syuhada-00110012012143344

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s