AKU dan Kehormatan Manusia

Adalah sangat penting dalam pergaulan antar sesama manusia untuk memperhatikan kata “AKU”. Apapun yang berhubungan dengan AKU termasuk  milikku, misalnya rumahku, wajahku, pikiranku, anakku, penampilanku, bajuku, gayaku, musikku, istriku, kekasihku, bangsaku….semuanya mengandung arti yang sangat penting bagi pemiliknya.

Adalah tidak bijaksana untuk mengkritik secara langsung terhadap unsur “AKU ” ini.  Misalnya, kita mengatakan pada orang yang penampilannya nggak matching, “wah…dasinya nyentrik!”

Yang terjadi adalah…secara langsung si orang yang dikritik merasa dikatain : Dasimu tuh jelek!

Nah…ini akan menyinggung dengan telak pada ulu hatinya! Boro-boro dia sadar, seringkali malah orang yang dikritik akan sakit hati, bahkan mungkin akan menjadi ngeyel (Tidak menuruti kehendak orang yang mengkritik karena sakit hati).

Hal tersebut dikarenakan, sebuah kritikan secara langsung “melukai” kehormatan seorang manusia. Orang yang dikritik merasa “AKU” nya dihancurkan, tidak diakui sebagai manusia terhormat, hebat, unik dll.

Sebaiknya jika kita ingin berteman baik dengan orang lain dan hubungan menjadi enak, maka hati-hati menyinggung masalah “KEAKUAN” ini. Handle dengan sangat hati-hati. Pernahkah anda berkomunikasi dengan anak-anak? Ya…anak-anak sering lebih sensitif. Seringkali anda secara tidak sadar selalu mengkritiknya….lama-kelamaan hubungan anak dan anda menjadi berjarak. Anak lebih suka tutup mulut jika berhubungan dengan ortu-nya. Yah… mungkin karena sebagian besar komunikasi dihabiskan untuk mengkritik dan kritik, beban dan tanggung jawab,  segala yang berat-berat.

Lebih bijak jika kita memperlakukan orang lain sebagai orang-orang baik, para manusia juara, orang-orang yang cantik, orang-orang yang ganteng, orang-orang yang punya kelebihan, punya kehebatan, anak calon juara dunia. Dengan begitu, pertamakali kita akan menghormati orang tersebut, atau anak kita sekalipun. Kenapa? Karena dengan bersikap begitu, maka orang lain akan merasa enak berhubungan dengan kita, sehingga kerjasama antar manusia bisa terjadi. Itu adalah prasayarat untuk kerja organisasional, kerja-kerja manajemen.

Nah…itu adalah anjuran untuk hubungan sesama manusia. Tetapi ada baiknya mendengar sebuah kata mutiara…

“Kritik adalah makanan utama para juara”

Jika seseorang ingin maju, maka dia akan lebih baik mendengar kritik, atau suara dari orang lain, pasang telinga baik-baik, maka akan banyak masukan untuk kebaikan kita ke depan. Karena bagi seorang atasan misalnya, maka akan sulit untuk mendapat kritik dari bawahan dikarenakan bawahan itu takut. Nah yang demikian maka perlu menggali informasi, supaya kita mendapat masukan untuk perbaikan. Dengan adanya perbaikan terus menerus tersebut, maka dipastikan akan membuat kita layak menyandang mental JUARA.

Wallohu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s