Marah tandanya lemah

Marah bukan merupakan tanda kekuatan dan keberanian seseorang. Sebaliknya marah adalah tanda kelemahan dan sifat penakut seseorang. Sabda Nabi Muhammad SAW, “Bukanlah orang kuat itu karena pukulan ( berani dan mampu memukul orang lain ), tetapi sesungguhnya orang yang kuat itu ialah orang yang dapat menguasai dirinya ketika marah.” Oleh karena itu, mengendalikan marah merupakan pekerjaan yang sangat penting dalam agama. Kalau kita menganggap shalat itu penting, maka nilai shalat itu akan hilang kalau kita mudah marah. Bukankah shalat itu berfungsi untuk mencegah perbuatan keji dan munkar, sedangkan kekejian dan kemungkaran dapat timbul akibat rasa marah.

Orang yang disebut kuat adalah orang yang sabar sehingga dia mampu mengendalikan marah untuk tidak muncul menjadi perbuatan keji dan mungkar, misalnya ketika marah dia mengumpat, menghina orang lain biasanya bawahan dengan kata kasar, bahkan ada yang melampiaskannya dengan perbuatan keji misalnya menyiksa pembantu, Na’udzubillaah. Lebih hebat lagi kalau seseorang itu  rela memaafkan kesalahan orang, maka hatinya akan dingin, penuh dengan kedamaian, dianggapnya kesalahan orang lain itu sebagai pemberian pahala untuknya atau pengurang dosa-dosanya di masa lalu, subhanallah. Membalas kejahatan orang lain dengan tindakan serupa, kurang manfaatnya bagi kita.

Dikisahkan suatu saat Umar Bin Khattab hendak memutuskan suatu perkara hukum, tiba-tiba orang tersebut meludahinya. Ketika itu beliau tidak mau mengeluarkan keputusannya, kata beliau , saya tidak mau memutuskan sesuatu dalam keadaan marah, tunggu sampai pekan depan.

Nabi Muhammad SAW mengingatkan, “Tiadalah sama seorang yang marah, kecuali ia telah pergi ke tepi neraka jahanam” . Marah ibarat percikan api yang siap membakar hati manusia. Sorot mata orang yang marah tampak kemerahan, melotot, nanar mengerikan. Sebab urat nadinya, aliran darahnya telah tersambung dengan urat nadi setan yang tercipta dari api.

Benarkah marah menyebabkan cepat tua? Pada Oktober 2004 ada pertemuan ‘Dialog Agama dan Ilmu Pengetahuan’ di India yang dihadiri ahli genetika terkemuka dunia berasal dari Jepang bernama Kazuo Murakami, Ph.D.,menunjukkan hasil penelitiannya yang menyatakan bahwa berpikir positif akan membangkitkan gen-gen yang bermanfaat, selalu peka dan terdorong untuk kreatif akan membuat kita awet muda dan panjang umur.

Mungkin kita jadi mudah sakit karena terlalu menurutkan sifat pemarah kita, berubah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s