Manusia dan Impiannya

Einstein pernah berkata, ” Imagination is more important than Intelligence“.  Imajinasi lebih penting dari IQ !!


Khayalan, impian, cita-cita, imajinasi adalah satu pul kata-kata.  Dari kata-kata tersebut muncullah satu yang berarti sangat penting bagi manusia, “HOPE” atau harapan, menurut saya harapan ini adalah kata lain dari “MOTIVASI”.

The man who has no imagination has no wings.” kata Muhammad Ali.

Menurutnya, tanpa imajinasi, khayalan, impian, seorang laki-laki tidak pernah bisa mencapai sesuatu yang besar dalam hidup ini.

Tapi kenapa pula perlu mencapai sesuatu  (yang besar pula) dalam hidup ini?

Karena ada harapan akan mendapat kepuasan yang besar mungkin. Orang bilang kepuasan batin yang tak terhingga. Kita bisa memahami orang semacam M. Ali menjadi pribadi yang Famous, berduit, punya lembaga amal , dan berkontribusi untuk kehidupan manusia. Menurutku jasanya yang terbesar adalah kemampuannya membuktikan bahwa impiannya lah yang telah membawanya terbang menjadi legenda Petinju Terbesar Sepanjang Masa.

Dari impian muncullah motivasi. Motivasi yang besar (Thumuh?) akan menjadi tekad yang kuat. Jika kita sudah mempunyai tekad yang kuat, apapun masalah tak akan menjadi masalah, bahkan akan menjadi “menu” yang perlu dinikmati.

I don’t know what our problem is. We’ve got to show up for games.
Kata Ben Gordon, Kita tidak perlu tahu apa problemnya, jalani saja permainan hidup ini. 

Betapa pentingnya motivasi dalam hidup , tanpanya kita akan menjalaninya dengan lesu darah, ogah-ogahan, maunya “sleeping all times”.

Sekarang coba bayangkan bagaimana kalau kita bisa berbicara dengan gadis yang kita impikan. Indah bukan? kita lalu punya harapan kepadanya. Dan punya motivasi untuk mendapatkannya. Begitu melihat dia melintas, seerrrr…. . wow..what a life, Hidup kita menjadi hidup!  Kalau kita tidak punya motivasi selain perempuan itu, maka kita menjadi  lemas lagi, back to normal life, the boring life,  hidup tanpa harapan, tanpa impian, tanpa motivasi, lemas.

Saya pikir inilah rahasia di balik kenyataan bahwa , di facebook, seorang yang berwajah cantik akan mempunya ribuan teman. Karena dia menawarkan impian, dan harapan, banyak laki-laki yang menghayalkan dirinya. Dan saya cuma punya puluhan teman saja, no problem buddies. Nasibnya, dari yang puluhan itu, ada yang tega pula memblokir… ha haa.

“Tanpa harapan, tiada kehidupan” By myself.

Sekarang kita coba melihat kenyataan dalam kehidupan sehari-hari. Kita sangat mebutuhkan imajinasi. Dan anak-anak adalah rajanya imajinasi. Itulah mengapa mereka begitu bersemangat manjalani kehidupan ini. Kalau ada penghargaan Guinness Book of World Records untuk mereka dalam hal ini, mereka perlu dianugerahi sebagai “Peserta Paling Semangat Dalam Menjalani Hidup“. Mereka lahir dalam keadaan lemah, lembut, lunglai. tapi dalam dua sampai lima tahun sudah bisa menguasai bahasa orang tuanya, bisa berjalan mirip bapaknya. Perlu berapa tahun untuk orang dewasa bisa menguasai sebuah bahasa asing? seringkali lulusan Kuliahan sekalipun nilai Toefl nya di bawah 400. Semua itu tergantung impiannya,imajinasinya, harapannya, dan selanjutnya adalah motivasinya pribadi yang akan menggerakkannya untuk mencapai taraf kemampuan terbaiknya.

Suatu kali seorang anak kecil malas pergi ke sekolah, tidurnya diperlama susah dibangunkan, akhirnya uring-uringan, terjadi “vicious cycle” lingkaran setan , ritual hari buruk pergi sekolah. Tapi,

begitu hari libur, segarlah badannya, subuh pun sudah bangun.

Kalau sudah begini, mainkanlah imajinasinya. Berikanlah dia sebuah impian, untuk menjalani hidup.

Suatu waktu saya daftarkan anak saya ke Kumon. Memang di kelas lima dia masih kesulitan , lambat dalam perkalian pertambahan apalagi pembagian, tidak jauh berbeda dengan diri saya pribadi. Tahu nggak, di Kumon  saya akan menganggap orang dewasa cukup pintar kalau bisa mengerjakan 100 soal level C setara anak kelas tiga SD dalam waktu 15 menit (soalnya berisi perkalian dan pengurangan saja). Ternyata dengan displin belajar yang diterapkan di Kumon, dimana seorang anak harus mengerjakan PR setiap hari, tanpa libur sekalipun, dan jumlah soal seratus buah setiap harinya. Dia mau menjalaninya, dan itu karunia luar biasa buat kami sebagai orangtuanya, melihat anak tekun dan serius belajar, kebahagiaan apa lagi yang mau kami minta? Saya berpikir, di Kumon orang ditawarkan suatu mimpi. Mimpi untuk menjadi anak yang “Smarth” gabungan dari smart dan math. Jika seorang anak mampu menaklukkan matematika, maka hidup akan menjadi lebih mudah. Orang tua senang, di depan teman menjadi pede, bergaul menjadi dihargai oleh teman, punya posisi dalam pergaulan. Hidup menjadi lebih menyenangkan, worryfree…

Kebetulan, metode Kumon ini ditemukan orang Jepang. Anda bisa berkata pada anak, ni loh.. kalau mau maju, pinter kayak orang Jepang belajarnya cara Kumon dong! Dan di brosurnya juga nampak anak mirip orang Jepang sedang belajar tekun… kelihatan pinter-pinter. Anak menyukainya. Apalagi si anak suka nonton Naruto, Ultra Man, dan itu juga dari budaya Jepang, sehingga makin mudah memotivasinya untuk suka belajar. Suka Naruto, berarti bisa juga suka Kumon.

Di situlah rahasinya sang Idola. Dia bisa menjadi simbol impian, harapan, dan juga perjuangan. Kenapakah ada pahlawan bangsa, ada Superman, ada Nabi Muhammad, ada  Sid Vicious, Lars Ulrich, Kurt Cobain, ada Al Capone, Che Guevara, Sukarno, Brad Pitt…..?? Kenapa mereka tak pernah mati, mereka akan selalu mampu membangkitkan mimpi para pengagumnya, “The Dream Source”.

Tapi soal biaya Kumon mahal? Jika anda bisa berharap anak menjadi pribadi yang senang belajar, rajin dan ulet menggeluti suatu bidang, berapapun kita mampu haruslah dibayar.

Bermimpilah,

Wahai manusia,

punyailah harapan,

hidup akan punya semangat,

Jalan akan segera terbuat,

akan menjadi puas dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s