Sifat menyempurnakan diri(Prudential) Manusia

sumber: tulisan Mi’raj Dodi K., S.Pd.

Hakikatnya, manusia merupakan makhluk yang bersifat menyempurna (prudential). Manusia selalu bergerak untuk menyempurnakan dirinya (menutupi kekurangan) sehingga sampai kepada kesempurnaan. Ambil contoh sederhana, antara lain manusia yang lapar, manusia yang kurang mengetahui, manusia yang kurang pendidikan, dan manusia yang kotor yang akan menyempurnakan dirinya dengan mencari makanan lalu makan, manusia mencari tahu hingga mengetahui, manusia mengenyam pendidikan sehingga berpendidikan, dan manusia yang membersihkan tubuhnya sampai bersih. Dalam konteks tadi, manusia telah sempurna (tertutupi kekurangannya) manakala telah kenyang, telah mengetahui, telah lulus sekolah, dan telah bersih.

Berpindahnya manusia dari titik kekurangan ke titik kesempurnaan tentu saja meniscayakan adanya gerak. Gerak adalah berpindahnya sesuatu (manusia dan selainnya) dari satu titik ke titik selainnya. Bagi manusia, melakukan gerak untuk menyempurna merupakan keniscayaan. Gerak terjadi karena pertama, ketika manusia mengetahui bahwa dirinya berada dalam kondisi kekurangan. Kedua, manusia mempunyai tujuan untuk menyempurna. Ketiga, memiliki hasrat, keinginan, atau kehendak untuk menyempurna. Keempat, melakukan tindakan untuk menyempurna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s