Mainan Anak Low Budget High Impact

Sering kali sebagai ortu kita direpotkan oleh permintaan anak akan mainan yang tak kunjung berhenti, dan gak jarang mainan yang diminta mahal pula harganya? Untuk menjawab masalah ini , sebenarnya sering juga anak kita cukup terpuaskan jika diperkenankan “memainkan” apa -apa yang tersedia di rumah, maksud saya yang bukan dimaksudkan sebagai mainan. Misalnya kursi untuk melompat-lompat ala trampolin, kasur juga sering dipakai anak-anak untuk lompat-lompatan dan main sembunyi-sembunyian. Atau jika anda pegang laptop dan takut rusak, jika anda menyembunyikan, maka anak sangat ingin mengenal apa itu lap top. Karena itu lebih baik berikanlah kesempatan kepada anak untuk memgang dan mengeksplor lap top anda barang beberapa menit dengan pengawasan anda tentunya. Setelah rasa ingin tahu anak anda terpenuhi, dia tidak akan mengganggu anda lagi.

Atau, tubuh anda adalah objek mainan yang bagus bagi anak. Mungkin anak-anak senang dengan tubuh anda karena sifatnya yang “customizable”, bisa dijadikan kuda, bisa dijadikan jembatan, bisa dijadikan ayunan dll. Pernahkah anda diminta menjadi kuda oleh anak anda? Capek bukan, tapi murah, hanya siapkan pinggang yang kuat untuk ini. Ya, jadi bapak memang harus berfisik bagus kan?

Atau sarung yang anda pakai? Anak anda suka kan masuk ke dalam sarung anda? ha haaa, geli dong.

Apa untungnya? Permainan model begini akan membuat anda jadi lebih dekat dengan anak, kontak fisik begitu intens dengan anak. Maukah anda dekat di hati anak anda? Atau anda merasa itu tidak penting?

Atau kardus bekas bungkus kulkas yang besar? bisa jadi rumah-rumahan , asyik deh anak anda main dengan kardus.

Bagaimana dengan pagar ? Anaka anda pasti suka menaikinya bukan? Mungkin berlompat dari pagar meniru seorang Batman? Atau Spiderman?

Atau selokan? Selokan di tempat kami sangat bagus dalam arti di selokan itu terdapat beberapa jenis ikan seperti sepat, dan betrik dan juga belut. Anak tentu suka kalau bisa dapat ikan. Dan anak saya menjadi favorit teman-temannya karena dia paling jago menangkap ikan.

Atau adiknya sendiri? Bermain tinju dengan adik? wah ini bahaya juga, makanya kita perlu dekat mengawasi anak kita bermain. Saya sendiri pernah mendapati anak saya memukul adiknya ketika bermain meniru Ultraman, walaupun tidak sengaja terpukul hidungnya sampai berdarah. Akhirnya saya minta CD ultraman koleksi anak saya untuk di “goreng” di atas kompor gas. Sebagai simbol bahwa anak saya tidak boleh mengulangi permainan berbahaya macam itu lagi. Dan mereka paham serta mau merelakan koleksinya itu dibakar (yah, daripada saya marahi dan menjewernya  , lebih baik saya tumpahkan kemarahan dengan membakar CD nya saja).

Atau mungkin baik kalau anda punya sedikit halaman untuk ditanam pohon misalnya pohon jambu yang kuat dahannya. Akan banyak anak tetangga  berkumpul dan menaiki pohon itu setiap hari. Pohon banyak gunanya, bisa dipanjat, gelayutan, melatih keseimbangan, dan buahnya bisa menyenangkan tetangga anda. Why hate trees?

Atau sebuah gundukan pasir? Anak-anak cinta sama pasir Ya kan? Berguling-guling, mermas-remas pasir , membuat kue pasir, sangat mengasyikkan untuk anak anda.

Atau mobil tukang bangunan yang datang ke tempat anda? anak anda akan menaikinya karena belum “kenal”.

Sederhana, dan ada dimana-mana, kenapa mainan harus mahal?

LOW BUDGET, HIGH IMPACT, HIGH EFFORT!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s