MBA:Management by Anger

Sebagai manajer atau atasan, seringkali sulit untuk menjaga lisan. Apalagi kalau situasi genting, pingin rasanya mulut mengeluarkan kata-kata untuk menghardik bawahan. Gak becuslah, gak persiapan lah, goblok siah dll. Memang dengan perlakuan seperti itu sebagian besar pekerjaan akan terlaksana. Tetapi dalam jangka waktu beberapa lama telah tumbuh bibit kebencian pada sang atasan , kemudian tidak ikhlas dalam melaksanakan tugasnya, asal gugur kewajiban dll.

Seorang Vice President di GMF Aeroasia, suatu waktu sedang presentasi di depan puluhan wakil dari perusahaan yang sedang melakukan kunjungan. Tiba-tiba Infokus yang dipakai mati mendadak, dan presentasi terhenti. Tetapi, tidak muncul di wajahnya rona kemarahan dan kata-kata kekesalan pada operator pembantu presentasinya itu, dia tidak mengkritik bawahannya itu, misalnya : Hey yang bener kamu kerjanya! Kok gak disiapin dari tadi. Tidak ada seperti itu. Kemudian presentasi berjalan kembali, setelah sekitar 15 menit mati lagi. Begitu kejadian mati itu sampai 4 kali. Bagaimana reaksi VP itu? Tetap cool, dan tidak mengkritik di depan audiens (mungkin dibelakang dia marah-marah kali ya).

Di GMF , perusahaan ini telah mendapat sertifikat untuk Audit Quality dari 3 Auditor kelas internasional, dan sekitar 30 lagi sertifikat  dari auditor tingkat nasional.

Ini adalah perusahaan klas internasional, dengan kualitas manajemen manusia yang seperti itu pula.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s