Dunia Komunitas, Dunia Pertemanan

Internet telah membuat dunia ini menjadi flat, datar, horizontal, dalam hubungan antar manusia. Sekarang ini di web, anda tidak peduli siapa dia, apa jabatannya, anda bebas bicara, mengkritik, mencela, mengutarakan pendapat, memuji, menghujat. Apa saja. Jika anda tidak suka dengan satu hal, anda bisa tinggalkan kapan saja. Sebagai contoh, orang tua mengkin tidak diterima ketika ingin masuk ke komunitas facebook anaknya, bukan alamnya, gak ngerti bahasanya. Atau seorang atasan yang “bossy” dan selalu merasa “segala tahu” , akan sulit baginya menjadi teman dari anak buahnya sendiri.

Dunia komunitas adalah dunia pertemanan, tidak ada yang mengatur, semuanya mau bebas, yang sombong pasti ditendang. Adalah dinamakan teman jika seseorang dikritik sangat pedas, tapi tidak merasa sakit  hati…yaaa kan teman? Kalau banyak tersinggung maka anda tidak  cocok di dunia web/ net community/ netizen  sekarang ini.

Menurut Konsep yang ditiupkan  “Syekh Marketing” Hermawan Kartajaya, dalam komunitas itu ada 3 unsur : P V I  (Purpose Value Identity). Purpose yakni adanya tujuan/guna/manfaat, Value yaitu nilai-nilai yang dianut komunitas /tercermin dalam bahasa komunitas, Identity (ciri penampilan fisik).

Kita lihat sekarang komunitas “Punkers”. Komunitas anak remaja berambut jabrik. Di dalam komunitas itu ada Purpose, yakni suatu tujuan untuk bergabung bersama. Kebebasan! Komunitas remaja ini  mempunyai gaya hidup tersendiri, bebas tanpa aturan yang umum di masyarakat kita (bebas dalam pakaian, menggunakan obat-obatan, minuman keras, sex ?). Di sini , di komunitas ini menawarkan banyak hal, kita sebut saja platform yang lengkap dengan banyak sekali menu. Jadi mereka benar-benar betah di dalamnya. Siapa yang tidak suka bersenang-senang? berbebas-bebas? Cuma yang dilarang dalam komunitas ini adalah jangan berpikir masa depan. Berpikir masa depan berarti harus bekerja keras bukan? hal -hal semacam belajar, kurang tidur, kurang main, kelas yang membosankan, capek , tidak boleh gondrong, tidak boleh acak-acakan (ha ha ha  ini yang dulu begitu kuinginkan). Just for youth only, just fun only! Disana tidak ada yang melarang-larang, tidak disuruh-suruh, bebas. Saya amati peserta komunitas ini mencapai puluhan ribu mungkin. Hedonis (utamakan kesenangan) adalah purpose komunitas ini. Hati-hati…daya tarik komunitas ini sangat kuat!

Mereka juga punya value, nilai-nilai. Di situ anda harus berpakaian lusuh, jarang mandi, tidur diemper toko, melupakan kewajiban-kewajiban agama dan pendidikan, terutama kalau sedang berkumpul dan ber-jaulah (jalan-jalan). Dan jangan lupa, bahasa yang dipakai juga harus kasar (banyak menyebut nama binatang-lebih afdol kalau temannya juga disebut demikian).

Bagaimana dengan identitas? ini paling kentara, rambutnya ala Indian Mohawk, baju ketat, celana jeans robek dan kotor, jalan bergerombol lebih dari sepuluh. Jika sendiri mereka bukan siapa-siapa, begitu bersama mereka merasakan ada kekuatan di sana. Ada perasaan di kenali orang lain, diakui keberadaannya, bahwa mereka ada dan ikut hidup di dunia. Ada acara-acara dalam klub mereka seperti gathering, kongkow, nongkrong, ngamen,  pentas musik eksklusif (orang lain kurang memahami musik mereka-dan karena tidak memahami maka bukan golongan mereka juga). Mereka hidup, mereka kuat, mereka adalah jenis masyarakat tersendiri. Masyarakat dalam masyarakat. Hal ini disebabkan mereka hidup bergantung pada masyarakat utama (masyarakat orang tuanya) tetapi tidak menganut tata aturan orang di masyarakat itu.

Komunitas mereka lengkap sudah dengan tiga unsur PVI- nya itu. Mereka sah sebagai suatu komunitas. They are all friends. Kalaupun ada pemimpin /atasan di komunitas mereka, maka itu adalah pemimpin dalam hal bersenang-senang. Pemimpin dihormati bukan karena dia suka perintah ini dan itu, tapi karena dia mengokohkan nilai-nilai yang ada di komunitasnya.

Bikers Brotherhood? siapa tak kenal. Komunitas pengguna, pencinta motor jadul. PVI nya pun ada pastinya. Purposenya jelas, membantu sesama riders menjalankan roda motornya di aspal. Motor tua telah menjadi bagian hidupnya. Sesama mereka saling membantu dalam hal perbaikan, saran -menyarankan masalah perawatan, ganti tunggangan ke kasta yang lebih tinggi, CC yang lebih besar, suara yang lebih “classic”.

Value nya apa? yang jelas menikmati menunggang motor bersama di jalan raya adalah suatu kebanggaan tiada tara. Dari posisi menunggang motornya juga beda , frame type rigid, spakbor minim, suara besar dan rpm lambat. Jksss…jkkssss….jksss…. begitu suara motor  BMW  4 tak idaman para pencinta motor jadul ini. Yang suaranya prettt….prett…prrrt…. kurang begitu disukai , biasanya motor 2 tak, harganya pun separoh dari yang 4 tak. Walaupun ada kasta seperti itu , tidak mengurangi semangat untuk mencintai motor tuanya itu. Di kasta tertinggi adalah penunggang motor Harley Davidson, motor ini paling di “mimpi basahi” anggota komunitas itu.

Identitas, ya ini jelas sekali. Jadi mereka betul-betul “Ride with Pride”. Naik dengan bangganya. Dalam masyarakat, mereka diakui keberadaannya, diakui kepandaiannya melestarikan benda bersejarah. Bangga dongg…..They are all brothers. Yang setipe dengan komunitas ini adalah komunitas sepeda tua, komunitas mobil tua, ya pokoknya segala jenis tunggangan jaman dulu lah! Tapi gak ada komunitas istri tua yah?

Apakah anda anggota suatu komunitas? Apakah anda merasa bangga dengan komunitas itu? Apakah anda menikmati saat-saat berkumpul di komunitas itu? Jika anda bossy, anda tidak butuh pertemanan anda butuh “pijakan” dan itu ada di dunia citizen/ dunia offline, didunia web  bersikaplah sebagai teman, selevel, berpikir terbuka, siap dikritik , , dan selalu mau belajar dari orang lain, tidak merasa segala tahu. Bukankah itu positif?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s