Arti sebuah IQ (Intelligence Quotient)

Kata Einstein:

It’s not that I’m so smart , it’s just that I stay with problems longer . Albert Einstein quotes

IQ atau intelligence quotient , menurut Malcolm Gladwell pengarang buku Outliers, bisa dianalogikan seperti tinggi badan bagi seorang pemain Sepak Bola. Seorang pemain bola profesional bisa bermain dan bersaing dengan baik di level internasional jika mempunyai tinggi badan minimal 170 cm,  jika di bawah tingginya maka kemungkinan sulit untuk bisa berprestasi. Jika tingginya lebih dari itu bisa jadi lebih baik manuvernya di lapangan. Sebagai contoh Lionel Messi dan Maradona tidak memiliki tinggi yang berlebih, bahkan bisa dikatakan pendek tetapi prestasinya dilapangan bola sudah terkenal seantero dunia.

IQ mirip dengan itu, seseorang dikatakan jenius jika dia memiliki IQ di atas 130. Akan tetapi seorang yang mempunyai skor IQ 150 tidak berarti lebih hebat dibandingkan yang 130 tadi. Sebagai contoh Einstein memiliki IQ 150 dan tentu banyak orang yang mengenalnya, ada orang lain yang memiliki IQ 170 tetapi dia hanya menjadi tukang pukul di sebuah bar, walapun pada akhirnya orang ini dapat mempunyai kehidupan yang lebih nyaman berkat kecerdasannya.

Menurut Gladwell, IQ sejatinya digunakan untuk memprediksi  tingkat kesuksesan yang akan dicapai dalam hal akademis.

  • IQ antara 90 sampai 100 mampu menyelesaikan SMA dengan baik.
  • IQ antara 100-115 mampu menyelesaikan S1 dengan baik.
  • IQ di atas 115 akan menyelesaikan S2 dengan baik.

IQ kita rendah? Jangan takut IQ hanya sebagian indikator untuk kesuksesan, masih banyak faktor lain yang lebih penting, seperti keuletan, senang kerja , dan pantang menyerah.

Genius is one percent inspiration and ninety-nine percent perspiration.
Thomas A. Edison

Di sisi lain, jika anda punya  IQ 150, apakah itu menjamin anda akan sama pencapaiannya dengan seorang Einstein?

4 thoughts on “Arti sebuah IQ (Intelligence Quotient)

  1. Doel Ray Goodman

    Menurut saya IQ anda ada batas atas, rerata dan batas tinggi…seperti kurva normal begitu. Saat anda tidak mood, males-malesan, nggak mau mikir…maka anda berada dibatas bawah IQ anda. Sebaliknya saat anda merasa bersemangat berkarya, bermain, beraktivitas apapun yang benar-benar anda sukai, dan anda larut bersama aktivitas yang anda cintai tersebut…saya yakin IQ anda sedang berada di batas tertingginya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s