Belajar Bersyukur

Alquran bicara bahwa jika kita bersyukur maka rizki akan ditambah, dan jika kita tidak bersyukur/berpaling atawa kufur nikmat maka sesungguhnya azab Allah SWT sangat pedih. So, jadi bersykur adalah salah satu kunci untuk mendapat kenikmatan yang lebih besar lagi.

Kita sebagai manusia tentu pernah merasakan indahnya kalau dipercaya oleh orang lain. Semisal orang mempercayai kita untuk menduduki suatu jabatan tertentu, ada perasaan bangga, juga puas bahwa kinerja kita telah diakui orang lain dalam hal ini atasan kita. Kita sangat senang melihat orang lain membeli produk yang kita tawarkan, berarti orang lain percaya akan kata-kata kita sehingga mereka berbondong-bondong membeli produk yang kita jual, atau downline kita banyak. Kita juga puas merasakan bahwa orang yang membeli produk kita itu , membeli produk kita lagi dan lagi. Berarti orang lain percaya dengan produk kita itu. Semakin tinggi status sosial orang yang mempercayai kita, semakin tinggi pulalah kepuasan/kebanggaan kita. Anggota DPR boleh jadi merasa begitu bangga karena sudah dipercaya oleh ribuan pemilihnya, seperti Bapak Presiden SBY tentu sangat bangga telah dipilih oleh puluhan juta rakyatnya. Vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara tuhan, menggambarkan tingginya nilai suara rakyat dalam sistem demokrasi yang menilai suara rakyat itu  setingkat tingginya dengan suara tuhan. Betapa bangganya dia !

Disini, di dalam diri kita sendiri, kita siapa?

Ada orang yang merasa tak berharga karena tak punya jabatan apa-apa, tidak punya kedudukan di mata sesama, tak punya segelintirpun orang yang memuji apalagi memuja.

Mungkin kita bisa melihat kembali pada Allah SWT. Dia percaya bahwa kita lahir di dunia membawa suatu misi mulia. Kita adalah manusia yang terlahir dari sebuah perjuangan satu sel sperma yang telah diberi kekuatan untuk membuahi satu sel telur ibu kita. Setelah itu kita dilahirkan menjadi seorang bayi yang lucu  tanpa dosa. Inilah bayi yang nantinya akan membawa rahmat bagi dunia, yaitu kita!

Allah SWT telah mempercayai kita, bukankah Dia yang telah memberikan momongan untuk kita? Bukankah Dia yang menciptakan kita juga? Bukankah kita minimal pemimpin dari anak istri kita sendiri? adakah kehormatan yang lebih tinggi dari kehormatan yang diberikanNYA?

Mungkin dengan menyadari hal kecil seperti ini membawa kita untuk dipercaya dalam hal yang lebih besar nantinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s