Tua

Seorang laki-laki tua, berumur mendekati 80 berjalan sangat pelan menuju rumahnya. Ketika kusapa dia ….monggo pak….dia tak menoleh.

Kurang sudah pendengarannya. Hari sudah gelap, kami baru selesai solat isya berjamaah di sebuah masjid bernama Al Baaqi di daerah Dewan , Maguwoharjo. It’s Yogya u know! Tenang, tentram, teratur.

Menjadi tua, bagaimanakah rasanya?

Badannya sudah membungkuk, seorang berkata, ketika menjadi tua ada karung beras imajiner yang ditaruh di atas punggung anda yang beratnya sekitar 25 kilo, kalo anda berumur 70 tahun. Begitu anda menginjak umur 80 maka karung imajiner itu bertambah seberat 10 kilo lagi. Sesudah itu bagaimana dengan napas anda , apa cukup lega? Ketika tua, anda “dianggap” habis olahraga lari cepat satu putaran lapangan bola… selalu terengah-engah. Itu fisikal.

Bagaimana dengan semangat “tempur” anda ? Gairah pada lain jenis?

Tetap tiada berubah.

Kalau begitu jadi nafsu besar tenaga rendah??

Mungkin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s